Permainan Sensori sebagai Terapi

(Helsinki, Desember 2020)

Kemarin ikut sesi daring sama Dr. Lori. Beliau ini pengajar di bidang “applied educational neuroscience.” Semacam penerapan praktis riset-riset neurosains di bidang pendidikan gitu.

Salah satu hal yang jadi fokus beliau. Bagaimana kita bertahan menghadapi masa pandemi ini. Masa yang menyebabkan stres dan trauma di level global. Orang tua, anak-anak, guru, semua terdampak.

Kata beliau soal trauma, “the mind forgets, but the body remembers.” Trauma ini ternyata bukan cuma sesuatu yang ada di alam pikiran, tapi memang dialami secara fisik oleh tubuh kita.

Dr. Lori banyak membagikan tips aneka aktivitas motorik & sensori macam anak-anak PAUD begini. Tak peduli walau anak sekarang sudah remaja, atau bahkan buat kita orang dewasa. Kata beliau, di konteks sekarang, latihan-latihan seperti ini sangat berguna.

Menghadapi pandemi, otak kita merespon dengan pergi ke moda bertahan hidup. Pusatnya ada di batang otak. Mengutip Dr. Lori, “the language of the brain stem is sensations.” Menggunakan bahasa sensori adalah cara kita mengakses dan menenangkan batang otak.

Semacam terapi, kita butuh aktivitas yang melibatkan motorik juga menyesar bermacam indera. Makanya di buku beliau ini, ada banyak tips latihan-latihan semacam di gambar ini. Kalau kita tidak menyimak alasan ilmiah di belakangnya, akan dengan mudah kita menganggap, “Aih, apaan sih ini, kok kayak buat anak TK.”

Saatnya membuka kembali aneka bahan permainan sensori jaman anak kita kecil dulu. Saat mereka bermain-main dengan tekstur; kasar, halus, elastis, berpasir. Temperatur; panas, dingin, hangat. Tekanan; berat, ringan, geli. Hal-hal sedemikan.

Saatnya juga buat senam-senam ringan bersama anak, praktek gerakan-gerakan yoga, menari bersama, berendam di kolam plastik berisi air hangat.

Main playdough. Main pasir kinetik. Main mandi bola. Menyapukan kuas make-up ke badan…

Ada banyaak sekali permainan sederhana yang bisa dilakukan di rumah (atau sekolah).

Lampiran 30 halaman di buku Dr. Lori ini bisa jadi referensi. Isinya aneka ide aktivitas sensori yang bisa dilakukan sebagai terapi untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Sangat relevan di era pandemi saat ini.

Bisa juga diunduh dari tautan berikut:

https://kprettipf.acemlna.com/lt.php?s=67b74e077aeb39fc003ac2e6ab81a271&i=1313A1815A279A20223