Benarkah hanya fase “deep sleep” saja yang penting?

(Helsinki, November 2020)

Semua juga paham tidur itu sangat penting. Tapi menarik juga ya mencari tahu lebih lanjut soal tidur.

Ternyata semua tahap tidur yang dilalui itu bermanfaat untuk keseluruhan kualitas tidur. Tidak cuma fase “deep sleep” saja yang berperan.

Kata Stanislas Dehaene dalam bukunya How We Learn (2020), saat tidur otak kita mengkonsolidasi apa yang kita pelajari di hari itu.

Fase tidur “deep sleep” penting untuk yang namanya “semantic memory.” Semacam yang melibatkan generalisasi, kesimpulan, dan pengambilan makna dari sesuatu.

Fase “REM” memperkuat pembelajaran motorik dan persepsi. Penting bagi yang namanya “procedural memory.”

Kedua jenis memori ini tentu diperlukan bagi proses belajar. Alhasil baik tidur REM maupun “deep sleep” penting bagi proses belajar.

Ini baru soal pentingnya fase-fase tidur bagi proses belajar ya. Bagaimana kalau untuk keseluruhan “wellbeing” kita?

Cuplikan ini diambil dari algoritma sebuah “wearable device” yang memonitor kualitas tidur kita. Ia mengukur gerakan badan, denyut jantung, ritme nafas dan suhu badan saat tidur. Produk dari risetnya kampus 65 derajat lintang utara. Termasuk populer di negeri kutub ini, banyak juga yang pakai.

Dapat dimaklumi, karena di saat musim panas, matahari di Oulu hampir-hampir tak pernah tenggelam. Tentu ini jadi masalah buat mereka yang memang punya kecenderungan insomnia. Termasuk bagi kita pendatang yang ritme badannya terbiasa dengan keteraturan matahari di khatulistiwa.

Ada beberapa elemen yang dipertimbangkan oleh algoritma ini dalam menghitung total skor tidur (kualitas tidur):

  • Lamanya tidur: Sesuai rekomendasi yang disepakati oleh kebanyakan dokter, orang dewasa butuh sekitar 7-8 jam untuk tidur.
  • Efisiensi: Ini menunjukkan berapa lama waktu kita rebahan di kasur itu yang benar-benar tidur. Bukan cuma menatap kosong langit-langit kamar.
  • “Restfulness”: Tidur yang nyenyak. Kalau tidur kita sering terbangun karena banyak suara, stres, tidak enak badan dsb. tentu artinya tidak nyenyak.
  • Fase REM (“rapid eye movement”): Seperti dijelaskan tadi, fase REM penting untuk konsolidasi memori, erat hubungannya pula dengan kreativitas. Rata-rata tidur orang dewasa 20-25% nya terdiri dari fase REM (1,5-2 jam).
  • Fase “deep sleep”: Fase yang paling berperan untuk regenerasi sel tubuh. Saat fase ini tekanan darah menurun, denyut jantung dan nafas teratur, otot-otot relaks dan kita sulit dibangunkan karena lelap. Rata-rata 15-20% tidur orang dewasa ada di fase ini (1-1,5 jam)
  • “Sleep latency”: Waktu yang dibutuhkan untuk jatuh tertidur. Idealnya, cukup 15-20 menit saja kita guling-guling sampai tertidur. Jatuh tertidur terlalu cepat (kurang dari 5 menit) ternyata juga tidak baik. Indikasi kalau sebelum-sebelumnya kita kekurangan tidur.
  • “Timing”: Jam berapa kita pergi tidur ini juga penting. Baru tidur terlampau malam, lalu bangun sangat siang, tentu ini tidak bagus. Kalau di pola tidurnya pak suami (yang datanya saya curi dan pampang di publik ini😂), jam tidur idealnya disarankan antara 9.45-11.15. Lewat dari itu tidak baik.
Contoh skor tidur yang baik (sumber: Oura Ring Pak Suami 😂)
Contoh skor tidur yang buruk

Ternyata banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas tidur kita. Tidak cuma porsi “deep sleep” saja yang dilihat.

Saya juga tidak tahu apa-apa soal sains dibalik tidur. Bukan ahlinya. Tapi memang sebaiknya telaah dulu aneka referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum percaya dengan klaim aneka motivator di media sosial. Misalkan yang bilang bisa meningkatkan produktivitas dengan fokus pada fase “deep sleep.” Cukup tidur 2-3 jam sehari saja asal lelap.

Kalau seseorang “sukses” mempraktikan suatu pola tidur, belum tentu itu berlaku baik bagi semua. Cari dulu referensi yang sahih. Konsultasi dulu dengan ahli yang relevan. Salah-salah, aneka testimonial begitu malah membahayakan kesehatan kita.

Ini ada buku sains populer menarik soal tidur. Baru baca bagian prolog, jangan ditanya kesimpulannya apa ya hahaha..

“Why We Sleep: Unlocking the Power of Sleep and Dreams” by Matthew Walker.

Start reading it for free: https://a.co/gjVoi54