Ghazali Children’s Project (2)

(Helsinki, September 2020)

Masih melanjutkan ulasan mengenai Ghazali Children’s Project tempo hari. Begini contoh bagaimana struktur kurikulumnya.

Buku Pertama, The Book of Knowledge

Bab awal di buku yang pertama, The Book of Knowledge. Dibuka dengan dongeng soal dua jenis “hearts” yang dimiliki manusia.

Berhubung ini bukunya bahasa Inggris kata “heart” memang tidak dibedakan antara yang fisik (jantung) dan hati yang spiritual (qalb).

Maka dongeng ini menjelaskan kepada anak tentang dua jenis “hearts” tersebut.

Spiritual Heart

Belajar pun didefinisikan sebagai aktivitas untuk memelihara dan menutrisi kedua aspek manusia ini, fisik dan spritual. Oleh karenanya, belajar itu sepanjang hayat.

Dongeng ini ditutup dengan petuah dari tokoh sang guru, Haji Abdullah.

Tingkatan belajar tertinggi itu punya dimensi spiritual. Walau misal belajar sesuatu yang sifatnya aspek fisik, apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh penghikmatan, dengan niat yang lurus, sesungguhnya itu pun akan menutrisi spiritualitas kita.

Dari buku dongeng, beralih ke buku aktivitas.

Untuk bab pertama ini ada beberapa pertanyaan yang bisa memantik dialog dengan anak. Dari situs ghazalichildren.org juga ada ide-ide aktivitas dengan tema terkait.

Saya sih berhubung bukan ibu-ibu rajin prakarya, ngajak anak bikin sesuatu yang tidak repot saja. Bikin sirkulasi darah untuk gambaran aspek fisiknya. Pun kreasi hati sederhana untuk memvisualkan hati spiritual alias qalb.

Buat orang tuanya, disediakan buku juga. Bab pertama terjemahan kitab Ihya. Dengan pengantar dan catatan dari Syaikh Hamza Yusuf. Ini yang belum dibaca tamat. Kapan-kapan, semoga dapat hidayah hehe…🙈

Belajar bareng anak lewat buku dongengnya saja dulu 😁