Belajar dari Tiongkok (1)

(Oulu, Desember 2019)

Konon imperium negeri Tiongkok itu dulu sebenarnya punya semua bahan yang dibutuhkan untuk mencapai revolusi pengetahuan 400 tahun lebih awal sebelum revolusi industri di Inggris (Lin, 2006).

Ingat kan bahwa mereka penemu salah satu temuan paling penting bagi peradaban modern, kertas? Juga kompas dan bubuk mesiu.

Nyatanya, revolusi industri tidak terjadi di negeri Tiongkok. Tapi di Inggris. Kira-kira mengapa ya?

Pasti kompleks penyebabnya. Namun Profesor Yong Zhao, seorang ahli pendidikan global yang banyak riset soal wilayah Asia Timur, berpendapat bahwa salah satu sebab utamanya adalah “Keju.” Sistem ujian imperial untuk jadi pegawai pemerintah. (Macam seleksi CPNS kalik ya kalau jaman sekarang wkwk… )

Sistem “Keju” ini merupakan rekayasa sosial yang sangat brilian dari para emperor.

Sebenarnya intinya untuk menciptakan kestabilan, harmoni, dan kontinyuitas masyarakat. Karena energi rakyat fokus pada Keju, tidak ada yang sibuk kritik pemerintah, atau berkonspirasi untuk kudeta misal.

Sistem Keju juga dibilang sebagai cikal bakal sistem meritokrasi modern. Semua orang bebas latar belakangnya boleh ikut seleksi.

Alat mobilitas sosial utama masyarakatnya pada waktu itu.Jadi pegawai & intelektual pemerintah adalah cara untuk meraih status dan penghasilan yang tinggi.

Sistem ujian ini dinyana adil dan objektif. Semua orang mengerjakan soal yang sama. Yang paling penting kerja keras, belajar sungguh-sungguh supaya lolos ujian.

Alhasil, mimpi semua orang tua adalah supaya anaknya lulus Keju. Sedari kecil anak-anak ini dididik demi persiapan Keju.

Karena yang banyak dites di Keju adalah soal kemampuan merangkai puisi-puisi Konfusius, kurikulum mereka pun jadi menyempit. Fokus ke situ saja.

Terjadilah lupa berjamaah. Terutama perihal matematika, jadi terbengkalai. Padahal itu kunci untuk terciptanya sistem sains modern, pengujian hipotesa dan semacamnya.

Hal itulah yang membuat kalaupun ada inovasi yang tercipta, hanyalah produk kebetulan. Karena jumlah penduduk banyak, jumlah total kebetulan jadi agak lumayan.

Tapi tentu tidak bisa tercipta ekosistem, yang membuat penemuan satu berlanjut ke penemuan selanjutnya. Menjamur dengan cepat. Maka itulah yang namanya revolusi industri saat itu terjadilah di Inggris raya, bukan di China.

Setelah lebih dua milenia. Sistem Keju ini akhirnya dihapuskan oleh Emperor Guangxu. Enam tahun kemudian di 1911, dinasti Qing berakhir, dan lahirlah Republik Rakyat Tiongkok.

Saat ini, wajah negeri RRT sudah banyak berubah. Pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat. Riset yang menjamur.

Tapi mereka sadar masih punya persoalan besar. Produk kreatif seperti Apple tidak lahir di China.

Mereka tahu. Zaman batu berakhir bukan karena manusia purba kehabisan batu. Tapi karena lahir manusia kreatif yang bermain-main dengan tembaga.

Pembuat kebijakan pendidikan tahu betul masalah mereka ada di mana. Walau sistem Keju ini sudah tidak lagi ada, sisa-sisa warisannya masih tertanam di DNA masyarakat, menentukan bagaimana sistem sosial beroperasi.

Pendidikan modern di Tiongkok saat ini masih sangat berorientasi ujian yang kompetitif. Walaupun arah pembuat kebijakan berusaha mereformasi pendidikannya begini begitu. Tapi tentu bukan perkara gampang, bukan kerja sehari semalam.

Yang aneh itu ketika kita, mungkin akibat melihat skor PISA dan semacamnya, justru pingin mengadopsi sesuatu yang sedang sungguh-sungguh berusaha mereka tinggalkan itu.

Profesor Yong Zhao saat ini mengajar di Amerika. Dan tak henti dia mengungkapkan keheranannya. Ketika negara Barat, yang ketakutan dengan ancaman dominasi China, malah sibuk mengadopsi elemen sistem pendidikan di sana. Padahal di negara tersebut, para pemangku kebijakannya sedang sangat kepingin membuang itu semua (Zhao, 2015).

Ref:
Soal PISA : https://youtu.be/Im2N-9KIO90
Soal China: http://www.uq.edu.au/economics/cepa/docs/seminar/papers-nov2006/Lin-Paper.pdf

Who’s Afraid of the Big Bad Dragon?, Yong Zhao.
https://play.google.com/store/books/details?id=STbxAwAAQBAJ

What Works May Hurt—Side Effects in Education, Yong Zhao.
https://play.google.com/store/books/details?id=sDFmDwAAQBAJ

http://www.mitchellinstitute.org.au/wp-content/uploads/2015/05/Lessons_that_matter_what_should_we_learn_from_Asias_school_systems.pdf?fbclid=IwAR0xNgTBZogOQWAfaiCx7kMttTlRH5Sd4VA7MIH7adr-TGc3Q8Em5je3gPE