Apa Hubungannya Koperasi dengan Pendidikan?

(Oulu, Januari 2019)

Dulu sempat heran pas baru tahu orang Nordik kalau belanja sehari-hari itu di koperasi. Soalnya supermarket yang bertebaran di sekitar itu ternyata koperasi.

Kalo di Finlandia, ada jaringan supermarket besar yang namanya Prisma. Dan itu dimiliki oleh S-Group, koperasi besar yang bidang usahanya macam-macam, dari retail, perbankan, properti dsb.

Kaget pas baru tau koperasi di Finlandia itu menguasai hampir separuh pangsa pasar retail. Untuk produk dairy, itu 97% dipasok oleh koperasi peternak. Pernah dengar merek Valio? Itu ternyata koperasi, macam KPBS lah kalau di Lembang. Daging-dagingan, 70%an juga dipasok koperasi. Orang seneng belanja di koperasi Prisma ini soalnya kan ada kartu hijau, tiap belanja digesek buat ngumpulin poin bonus.

Yang lebih kaget pas baru tau OP Bank itu ternyata juga koperasi. OsuusPankki ternyata artinya Bank Koperasi. Itu merek Bank yang pabalatak di sini. Kalau ditotal koperasi ternyata menguasai 40%-an pangsa pasar deposit di negara ini. Jadi orang sini nabung juga ternyata di koperasi.

Herannya lagi.. Penduduk Finlandia itu cuma 5 jutaan. Tapi keanggotaan koperasi 7 juta orang. Alias satu orang bisa jadi anggota lebih dari satu koperasi. Hampir 90% rumah tangga di sini anggota koperasi.

Dan nggak cuma Finlandia. Jadi ingat Coop supermarket yang banyak di Swedia. Dari namanya jelas itu koperasi. Ternyata koperasi-koperasi di Nordik bikin aliansi yang namanya Coop Nordic. Nggak heran kalau belanja di supermarket eh koperasi-koperasi di aneka negara Nordik, kok nemu merek private label mereka yang familiar: Coop, Rainbow, Xtra dsb..

Kalau mau bahas pendidikan Finlandia. Kenapa semangatnya kolaborasi, punya elemen trust yang tinggi itu: minim pengukuran, kurikulum tidak rigid, anak diberi kebebasan dsb..

Nggak bisa dipisahkan dari sejarah koperasi di sini ternyata..Karena gerakan akar rumput ekonomi ala koperasi ini nanti berkaitan pula dengan lahirnya negara kesejahteraan ala sosial demokrat-nya Nordik. Kenapa koperasi bisa jadi gerakan populer yang sukses? Juga berkaitan sama nilai-nilai yang dipercayai masyarakatnya. Sama struktur masyarakat yang egalitarian di sini. Sama sejarah bahwa feodalisme di sini jauh beda dibanding di negeri Britania tempat lahirnya konsep koperasi (& korporasi ?) itu sendiri..

Pantes mumet bahas pendidikan. Sangat spesifik konteks suatu bangsa. Pun rumit berkelindan. Kemarin nyambung sama universal daycare, sekarang nyambung sama model usaha koperasi. Biar kuliah di luar nagreg sampe S teler, memang belum tentu pulang-pulang bisa bawa solusi yang cocok buat negeri sendiri.

Makin sadar betapa briliannya para bapak bangsa kita, macam Bung Hatta. Yang konon, ketika kuliah di Belanda, di musim panas 1925 (mohon dikonfirmasi Dek Gustika, takut salah :p) sempat berlibur ke negeri Nordik buat menambah wawasan soal koperasi. Pulang-pulang lahirlah koperasi ala Pancasila itu.

Foto ini diambil dari sub-bab sebuah buku yang menceritakan sejarah pergerakan koperasi di Finlandia. Kutipan di atas berasal dari seorang pemenang nobel asal Finlandia, yang penelitiannya dibiayai oleh Valio, koperasi susu di sini.