(Oulu, Desember 2018)
Salah satu hal yang nggak disukai sama dosen-dosen di sini. “Educational Export”. Buat mereka, mengekspor pendidikan ala Finlandia ke luar negeri itu nggak banget. Mereka menyebutnya sebagai agenda neoliberal hahaha..
Ya itulah Oulu, nggak tau kenapa tapi spiritnya begitu. Aneka persoalan dunia pendidikan, aku merasa dosen-dosen sini pasti terucap pulalah itu si kambing hitam. Awal-awal asli sampai googling. Neoliberal apaan sih ga paham.. mau nanya di kelas kan gengsi, kayaknya gw doank yang gak ngerti… 🙊
Tapi kali ini aku mau mengkhianati dosen. Mau ekspor dengan tidak tahu malu. Mau cerita plek-plek buku yang dipakai anak di sini untuk belajar soal “computational thinking.” (Apa itu computational thinking mangga googling aja, gw jg ga ngerti, aku hanya menulis apa yang disebut penulis di deskripsi buku hehe.. ). Pun mengenalkan soal pemrograman tapi screen free ala Finlandia gitu. Menurut aku menarik soalnya. Terserah gimana kalau mau dipakai di Indonesia kecocokannya, mangga dipilah-pilah sendiri.
Kayaknya semua kita udah paham ya kalau cerita itu adalah wahana pembelajaran paling efektif. Riset-riset bahkan bilang saat kita tenggelam dalam cerita fiksi itu bagai kita mengalami sendiri. Bagian otak yang aktif saat mengalami sensasi rasa dalam cerita itu adalah bagian yang sama kayak mengalami betulan. Makanya cerita itu penting banget buat anak-anak dalam masa pertumbuhan. Soalnya mengaktifkan sel-sel neuron yang sedang saling menyambung itu.
Nah, melalui buku seri Hello Ruby ini Linda Liukas memakai metode storytelling ini. Untuk mengenalkan dunia teknologi pada anak-anak. Targetnya anak kecil sekitar usia 5-10 tahun.

Dibalik petualangan Ruby kita bakal menemukan pesan, gimana proses pemecahan masalah dilakukan. Padahal petualangan Ruby sama sekali bukan tentang seorang anak jago coding di depan layar gitu. Tapi sehari-hari soal siap-siap pakai baju mau sekolah, soal beres-beres kamar, soal berkebun di halaman. Cerita itu pesannya nyampai justru kalau lewat metafor yang unik, menarik dan cerdas kan?
Nama tokoh di buku ini buat para programer mungkin bikin ketawa. Soalnya mengingatkan sama hal familiar buat mereka. (Kalau aku harus dikasi tau dulu sama suami baru ngeh lucunya di mana.. Yamaklum..)
Tokoh utama buku ini namanya Ruby. Mengingatkan sama bahasa pemrograman Ruby. “Ruby is a small girl with a huge imagination.” Lucunya buku ini adalah ilustrasinya yang cenderung girly. Mungkin pesannya adalah untuk menarik anak perempuan ke sektor teknologi. Sejalan dengan jargon kekinian “girls in tech” itu lho..
Terus ada tokoh Penguins ya tentu saja mengingatkan pada maskotnya Linux, karakter tokoh Penguins ini dibilang “we communicate with short and sometimes rude sentences. And we are older than the others.”
Ada tokoh Fox yang nampaknya diambil dari Firefox web browser.
Ada para Robots ya jelas itu maksudnya Android.
Lalu ada tokoh Snow Leopard, sepertinya itu ada hubungannya sama Mac OS X. Lucu di bagian deskripsi diceritakan kalau Snow Leopard yang cantik ini suka berantem sama Robots. Macam gimana penggemar Apple berantem sama penggemar Android gitu ya 😅
Dan ada tokoh Django yang berhubungan sama bahasa pemrograman Python. (Btw kemarin aku kabur acara kampus yang judulnya Django Girls.. Kukira hore-hore makanya daftar, eh jubule isinya full kursus Python ya Tuhaan, untung kabur *eh)
Inti cerita adalah Ruby berpetualang untuk memecahkan teka-teki yang ditinggalkan ayahnya. Untuk menemukan 5 batu permata. Dan bagaimana sepanjang petualangan dia akan ketemu tokoh-tokoh lainnya. Dari Penguins sampai si Django.
Melalui cerita anak bakal belajar cara memecahkan masalah jadi bagian-bagian kecil dahulu, mencari pola, membuat rencana langkah demi langkah, dan berpikir imajinatif out of the box. Dilengkapi dengan berbagai aktivitas permainan gambar tempel dsb juga jadi motorik pun ikut diajak.. Buku ini kombinasi buku cerita & buku aktivitas memang…
Prinsip-prinsip programing juga disematkan pada beberapa bagian cerita. Misal ketika Ruby membantu para Foxes berkebun. Di situ sebenarnya mulai dikenalkan prinsip looping & conditionals. Tentu tidak disebut di cerita. Baru nanti dijelaskan di bagian aktivitas apa itu maksudnya looping dsb..
“Ruby observes all the craziness and comes up with an idea. She raises her voice and gets everyone’s attention. ‘You, you, and you — you’re the planters. You need a bag of seeds. If the hole is empty, drop in one carrot seed. If there’s already a seed, move on. Keep going until you hit the end of the row, then move to the next row. Repeat the whole thing five times.”.
Pada tiap chapter petualangan ada tantangan yang harus diselesaikan Ruby. Pada akhirnya dia sadar kalau semua tantangan itu nggak bisa dia selesaikan kalau cuma sendirian. Butuh kolaborasi. Bareng teman-temannya tadi. Penguins, Foxes, Snow Leopard, Robots, dan Django. Dia juga akhirnya sadar yang penting bukan batu permatanya. Tapi sepanjang jalan dia menemukan teman-teman yang asik, dia menikmati petualangannya, itulah yang lebih penting. Belajar itu bukan ngejar nilai rapor bertabur angka 9, tapi soal menemukan keajaiban sepanjang perjalanan.
Spirit cerita si Ruby ini juga bukan spesifik ngajaran skill coding sebetulnya. Tapi transversal skills ala-ala abad 21 itulah, skill buat bisa terus belajar & beradaptasi terhadap perubahan macam critical and innovative thinking, interpersonal skills, intrapersonal skills, global citizenship, media and information literacy, yang gitu-gitu…
Di bagian activity book, barulah nanti secara eksplisit memang dikenalkan itu dasar-dasar pemrograman. Ada 22 activities dengan judul-judul tema aktivitas seperti berikut : Sequence, decomposition, pattern recognition, strings, numbers, booleans, algorithm, data structures, loops, selection, functions, abstraction, debugging, pair programming dsb..
Bayangkan mengajarkan tema kayak gitu dikemas pakai aktivitas ala anak TK-SD dengan tokoh cerita Ruby, Penguins, Snow Leopard dkk..nggak ada yang rumit kok rata-rata gambar tempel gitu aja.. Di situ menurut aku buku ini serunya.. Cerita petualangan Ruby di awal itu tadi memang buat ngasih konteks ke anak.. Jadi nggak ujug-ujug dikenalin.. Nih yang namanya booleans, string, looping.. bla bla..
Buku Ruby ini juga berseri. Sejauh ini ada 3 buku. Adventures in Coding. Journey inside the computers. Expedition to the Internet. Dan nanti tahun depan ini mau keluar seri yang tentang AI.
Penasaran soal gimana ngenalin tentang AI lewat dongeng buat anak TK? Ya mangga pantengin aja websitenya helloruby.com..
Sejauh ini buku ini sudah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa.. Nggak tahu mengapa penerbit di Indonesia belum ada yang minat menerjemahkan.. Mungkin malah lebih bagus? Biar penulis di Indonesia bikin sendiri cerita yang lebih sesuai konteks budaya lokal, tapi mengikuti perkembangan kekinian eaaa.. .
