Membangun Literasi Sains pada Anak Usia Dini

Alkisah, ada seorang dosen dan peneliti di fakultas pendidikan University of Helsinki bernama Bu Jenni. Ia melakukan penelitian untuk mengembangkan solusi pendidikan literasi sains pada anak usia dini melalui klub sains. Berangkat dari situ, lahirlah Kide Science. Semacam pendekatan literasi sains yang menyenangkan melalui bermain dan eksplorasi langsung bersama teman. Kide Science ini memang lembaga swata. Tapi mereka juga berkobalorasi dengan pemerintah kota untuk memberikan fasilitas bagi kegiatan PAUD di sini.

Apa sih yang menarik dari Kide Science? Sebenarnya sederhana. Solusi yang ditawarkan punya landasan filosofi dan teori pembelajaran yang kuat. Semua desain rencana pembelajarannya memang berbasis riset. Tidak asal-asalan dibuat. Jadi bisa kita lihat bahwa sampai hal kecil-kecil dalam rencana ajar mereka bermakna, baik bagi anak maupun pendidik.

Ada beberapa prinsip utama dalam pendekatan literasi sains mereka. Misal saja, konsep seperti:

  • story & play based learning
  • inquiry based learning
  • experential & hands-on learning
  • collaborative learning

Semua dimulai dengan cerita. Jadi anak dibuat untuk masuk ke dalam dunia narasi. Menghayati alur, latar dan penokohan yang ada di dalam cerita. Intinya sih buat melibatkan emosi sehingga anak tertarik dengan kegiatan yang dilakukan. Aspek afektif jadi pilar utama untuk membangun curiosity & engagement.

Tersebutlah dunia imajinasi yang bernama Supraland. Di sana hidup tokoh bernama Mrs Minerva Noblegas dan Hoseli Si Robot. Sementara di dunia nyata, ada tiga anak bernama Pi, Kevin dan Esther. Mereka sedang asyik bermain di hutan ketika tiba-tiba masuk ke dalam portal yang menghubungakan dunia mereka dengan Supraland. Mereka pun jadi terlibat petualangan yang seru bersama Hoseli dan Mrs. Minerva Noblegas. Dalam perjalanannya, mereka seringkali menemukan berbagai pertanyaan dan tantangan yang perlu jawaban.

Melalui pembukaan cerita ini, anak yang bermain di kurikulum Kide Science diajak untuk berperan jadi agen aktif, membantu para tokoh di petualangan Suparaland untuk menyelesaikan masalah. Selain menumbuhkan pola pikir saintifik, pendekatan ini juga membantu mengasah empati.

Dalam pendekatan Kide Science, pendidik berperan sebagai fasilitator yang berusaha memancing anak utuk mengamati fenomena dan keluar dengan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu mereka. Karena sebenarnya kan anak tuh sedari bayi sudah jadi “scientist in the crib.” Secara natural punya rasa penasaran dan keinginan eksplorasi yang tinggi. Seringkali justru pengalaman buruk dengan orang dewasa yang kedepannya membuat mereka takut bertanya dan mengeksplorasi. Yang menjadi PR kita sebagai pendidik ya bagaimana supaya bisa memelihara fitrah rasa ingin tahu anak itu.

Fokus membangun literasi sains melalui pendekatan menyenangkan juga bukan pada menjejali informasi, memaparkan fakta-fakta saintifik. Tapi lebih ke membangun kebiasaan berpikir saintifik. Dalam desain pembelajaran di Kide Science ini sebenarnya anak dikenalkan dengan metodologi saintifik. Dimulai dengan membangun kebiasaan mengobservasi fenomena, baik dalam diri maupun di lingkuan sekitar. Membuat hipotesis. Mengumpulkan data. Menarik kesimpulan. Dan kembali lagi ke siklus metode saintifik jika ternyata masih ada pertanyaan yang belum terjawab.

Filosofi dan teori pendidikan untuk membangun literasi sains pada anak usia dini yang mereka anut bisa dilihat di dokumen di bawah ini.

Bisa juga dilihat di buku panduan untuk orang tua membangun literasi sains pada anak:

Kide Science saat ini memiliki platform online yang bisa diakses dari mana saja. Mereka menyediakan skema keanggotaan gratis untuk akses ke satu lesson plan setiap minggunya. Sedangkan untuk akses yang menyeluruh, ya memang harus berbayar sih. Keanggotaannya kalau tidak salah sekitar 9 euro per bulan, atau 99 euro per tahunnya.

Kalau di Finlandia sendiri, jarang orang tua yang secara pribadi berlangganan platform seperti ini. Karena memang guru PAUD sudah difasilitasi pemerintah untuk punya akses terhadap aneka materi dan pelatihan. Alhasil, setiap anak, relatif bisa dapat akses merata terhadap pendidikan PAUD universal yang berkualitas, terlepas kondisi sosiekonomi orang tuanya.

Contoh lesson plan perdana dalam kurikulum Kide Science bisa dilihat di dokumen di bawah ini.

Selain aneka dokumen, di platform Kide Science kita juga bisa menemukan video yang bisa jadi panduan bagi kita orang tua atau pendidik

Kalau ada yang tertarik, mungkin bisa langsung membuat akun gratisnya di paltform mereka. Fokus Kide Science ini untuk anak usia dini ya, sekitar usia 3-8 tahun.

https://www.kidescience.com/en/

Saya sendiri sempat mengunduh cukup banyak lesson plan dari Kide Science. Walau ya sekarang sih tidak terpakai karena anak saya yang paling kecil saja sudah mau 10 tahun hehe…

Kalau ada yang berminat koleksi materinya, saya simpan di google drive berikut ini ya.

https://drive.google.com/drive/folders/1YisTkUcbNp3mB39JrtUe_QmZrDvMlrog?usp=sharing