(Helsinki, 19 Januari 2021)

Ungkapan tersebut diutarakan oleh Mary Helen Immordino-Yang, seorang ahli neurosains afektif, untuk menggambarkan betapa pentingnya aspek emosi di dalam proses belajar.
Selama ini seringkali kita mengilustrasikan emosi itu seperti anak dua tahun di toko pecah belah yang bisa tiba-tiba tantrum lalu memecahkan semua perabotan. Bu Mary Helen bilang, sesungguhnya emosi itu adalah rak-rak yang menopang aneka perabotan di toko tersebut. Saking fundamentalnya peran emosi dalam belajar.
Bu Mary Helen juga bilang, “it is literally neurobiologically impossible to think deeply about things that you don’t care about.” Secara neurobiologis, tidak mungkin kita berpikir mendalam tentang sesuatu yang tidak kita peduli, tak kita sayangi.
Pesannya jelas. Supaya kita berusaha seoptimal mungkin melibatkan aspek afektif dalam pembelajaran. Termasuk untuk hal mendesak satu ini, tentang perubahan iklim.
Modul bertema perubahan iklim yang disusun oleh Universitas Helsinki ini sangat fokus pada aspek afektif anak. Elemen-elemen alam dibuat personifikasinya melalui tokoh peri. Ada peri hutan (Tapio), peri guntur (Ukko), peri air (Vetehinen), peri salju (Lumi) dsb.
Masing-masing peri ini punya kepribadian, yang bisa merasakan emosi seperti manusia; senang, sedih, marah. Harapannya, anak-anak terhubung ikatan emosi dengan alam karena melihat elemen alam tak ubahnya manusia yang juga punya perasaan yang harus dijaga.
Modul ini juga mengusung konsep multiliterasi. Belajar itu multimodal dan multisensori. Tidak cuma duduk manis menulis dengan pensil dan kertas. Tapi juga menggunakan berbagai media. Termasuk melibatkan gerak tubuh di alam bebas. Kombinasi aktivitas menyenangkan supaya belajar makin bermakna.
Siapa tahu ada yang berminat mengerjakan modul ini untuk aktivitas di rumah bersama anak. Bisa unduh di tautan berikut:
https://helda.helsinki.fi/handle/10138/320570
Juga ini untuk cerita latar belakang mitologinya:
Praktiknya bagaimana, kurang lebih seperti video-video yang saya unggah di artikel sebelumnya, Teka-Teki Peri di Negeri Es.
Semoga bermanfaat.
